Penggunaan Benih Bermutu, Mendukung Peningkatan Produktivitas Jambu Mete

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi jambu mete di Indonesia dengan sentra produksi terbesar di Kabupaten Wonogiri, Blora dan Sragen. Jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mendapatkan prioritas dalam pengembangannya karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah marjinal.
Penanaman jambu mete sebagian besar diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat baik secara monokultur maupun polikultur dengan kondisi pertanaman yang bervariasi.
Produksi tanaman jambu mete di Jawa Tengah meningkat sebesar 53,23 % pada 5 tahun terakhir sejak Tahun 2016 dari 8.920,98 ton menjadi 13.669,52 ton pada Tahun 2021. Produktivitasnya pada Tahun 2021 mencapai 800 kg/ha, meningkat sebesar 60 % sejak Tahun 2016. Namun peningkatan produksi dan produktivitas tersebut tidak diikuti dengan peningkatan luas arealnya, yang menurun sebesar 0,9 % sejak Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2021.
Kendala perbanyakan tanaman jambu mete di antaranya, tanaman ini merupakan tanaman tahunan yang menyerbuk silang dengan waktu regenerasi yang cukup lama, yaitu antara 5 - 8 tahun. Umumnya tanaman ini diperbanyak secara generatif sehingga keturunannya mempunyai sifat yang berbeda dengan induknya. Walaupun akan diperoleh tanaman yang mempunyai vigor cukup baik di lapangan, namun karena penyerbukan tanaman jambu mete bersifat menyerbuk silang, maka benih yang diperoleh bila ditanam pertumbuhan dan produksinya tidak akan seragam.
Dengan demikian salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan perbanyakan vegetatif dan juga menghindari penggunaan benih asalan dan perbanyakan dengan cara generatif (biji). Oleh karena itu diperlukan benih jambu mete unggul dalam pengembangannya. Saat ini benih jambu mete unggul masih sulit diperoleh petani, karena antara lain masih terbatasnya informasi mengenai teknik perbanyakan dan belum berkembangnya industri benih di sentra produsen. Melalui pengembangan benih unggul secara vegetatif maka akan diperoleh tanaman yang sifat-sifatnya sama seperti induknya dengan pertumbuhan dan produksi yang relatif seragam dan tinggi. Adapun perbanyakan secara vegetatif pada tanaman jambu mete yang terbaik dapat diperoleh dengan cara sambung pucuk (grafting) maupun teknik kultur jaringan.

Komentar


List Komentar


Link terkait
Pemprov Jateng
Lapor gub
LKPP
LPSE
Kementan